PRINGSEWU,
Madrasah Aliyah Negeri 1 Pringsewu untuk membangun pembiasaan salat berjamaah
serta bertanggungjawab atas kesadaran dalam menjalankan kewajiban beragama,
(10/08/2026).
Siti Aminah, S. Pd., dalam amanatnya menekankan
pentingnya terhadap waktu ibadah tanpa menunda-nunda,"Ketika mendengar
azan, segera bergegas mengambil wudu dan melaksanakan salat. Jangan ada lagi
yang tetap berada di kelas, bermain gawai atau melakukan aktivitas lain ketika
azan sudah berkumandang," tegasnya.
Pembiasaan salat berjamaah diharapkan tidak hanya
dilakukan karena adanya perintah atau pengawasan guru. Kesadaran tersebut harus
tumbuh dari dalam diri setiap siswa,ujar Siti Aminah.
Siswa juga diingatkan bahwa kebiasaan melaksanakan salat
berjamaah seharusnya sudah dibangun sejak jenjang MTs atau SMP. Dengan
demikian, ketika memasuki jenjang madrasah aliyah, salat berjamaah telah
menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Jadikan belajar dan salat itu sebagai sebuah kebutuhan,
bukan hanya sekadar menggugurkan kewajiban.
Pembiasaan ini juga menargetkan perubahan pola pikir
siswa. Guru tidak lagi diharapkan harus berkeliling kelas untuk mencari dan
mengingatkan siswa agar melaksanakan salat.Kesadaran untuk meninggalkan
aktivitas dan menuju masjid ketika azan berkumandang diharapkan muncul secara
mandiri.
Siti Aminah juga menegaskan, “Tidak ada lagi guru yang
harus berkeliling menyuruh kalian salat. Saya ingin kesadaran itu muncul dari
diri kalian sendiri." Pembiasaan salat berjamaah tersebut diharapkan
menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pembentukan karakter di MAN 1
Pengsewu.
Selanjutnya, “Saya ingin salat ini menjadi salah satu
tolok ukur MAN 1 Pengsewu, bahwa seluruh siswa dan guru bersama-sama memenuhi
masjid untuk melaksanakan salat berjamaah.” Tegasnya lagi.
Seluruh warga madrasah, mulai dari guru hingga siswa,
diharapkan dapat bergerak bersama mewujudkan target tersebut.Karena itu,
kesempatan untuk beribadah dan berbuat baik hendaknya tidak ditunda.Siswa diajak
untuk segera memenuhi panggilan azan sebelum datang waktu ketika manusia tidak
lagi memiliki kesempatan untuk melaksanakan salat.Pesan tersebut sekaligus
menjadi ajakan agar siswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga
membangun kedisiplinan dan karakter spiritual, pungkasnya. (LTE, Jurnalistik
Mansap)