Hari Pramuka ke - 65, Kemenangan Pringsewu Dorong Pramuka Jadi Generasi Berkarakter dan Mandiri

berita Utama
14 August 2026
14 Kali Dibaca
Hari Pramuka ke - 65, Kemenangan Pringsewu Dorong Pramuka Jadi Generasi Berkarakter dan Mandiri

Hari Pramuka ke-65, Kemenag Pringsewu Dorong Pramuka Jadi Generasi Berkarakter dan Mandiri


Pringsewu, Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu dipusatkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pringsewu, Jumat (14/8/2026). Momentum ini menjadi wahana untuk memperkuat pendidikan karakter, kemandirian, keterampilan, serta semangat pengabdian generasi muda.


Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pringsewu H Huzil Afwa Kahuripan menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kecakapan, tetapi juga berkarakter, disiplin, bertanggung jawab dan memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara.


Menurutnya, semangat Hari Pramuka harus diwujudkan melalui kegiatan nyata dan tidak berhenti pada seremoni tahunan.


“Hari Pramuka bukan hanya sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa,” ujarnya, mengutip sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pada peringatan Hari Pramuka ke-65.


Ia mengatakan, nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka tetap relevan dalam menghadapi perubahan zaman. Pendidikan kepramukaan harus mampu membekali peserta didik agar memiliki karakter sekaligus keterampilan dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.


“Teknologi memberi kemampuan yang semakin besar, karakter yang memberi arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan,” katanya.


Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, perubahan iklim, dinamika dunia kerja, hingga berbagai persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, hoaks, perjudian daring dan menurunnya kepedulian sosial.


Karena itu, pendidikan kepramukaan perlu terus dikembangkan agar peserta didik mampu belajar melalui pengalaman sekaligus menghasilkan karya dan menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya.


“Pendidikan kepramukaan terus berkembang dari learning by doing menjadi learning, creating, and solving, yaitu belajar, mencipta, dan menyelesaikan persoalan nyata,” ungkapnya.


Lebih lanjut, ia menilai tema Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional XII Tahun 2026, yakni “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, sangat relevan dengan kebutuhan bangsa saat ini.


Swasembada pangan, lanjutnya, bukan hanya persoalan pertanian, tetapi juga berkaitan dengan pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya dan kesiapan generasi muda dalam menyelesaikan persoalan di lingkungannya.


“Melalui pendidikan kepramukaan, kita ingin menumbuhkan budaya produktif, kecintaan terhadap pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan, kepedulian terhadap lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta semangat kewirausahaan sejak usia muda,” jelasnya.


Ia berharap kegiatan kepramukaan di madrasah dan sekolah tidak hanya memberikan pengalaman kepada peserta didik, tetapi juga melahirkan gagasan dan kegiatan nyata yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.


“Setiap pramuka diharapkan memiliki wawasan, keterampilan, kedisiplinan dan keberanian untuk mencoba, serta gagasan yang dapat dikembangkan di Gugus Depan, sekolah, keluarga dan masyarakat,” ujarnya.


Menurutnya, Pramuka harus menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, yakni generasi yang berkarakter, terampil, mandiri, produktif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.


“Gerakan Pramuka akan terus menjadi kawah candradimuka pembentukan karakter bangsa, melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian yang tidak pernah padam,” tegasnya.


Ia mengajak seluruh anggota Pramuka, pembina, pendidik, orang tua dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam membina generasi muda.


“Mari kita jadikan Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperbarui tekad, memperkuat persatuan, memperluas pengabdian, serta meningkatkan kontribusi nyata Gerakan Pramuka bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.


Peringatan Hari Pramuka ke-65 tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter dan keterampilan generasi muda merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Dengan semangat “Satu Pramuka untuk Satu Indonesia”, Gerakan Pramuka diharapkan terus melahirkan generasi yang berintegritas, mandiri, produktif dan siap mengabdi bagi masyarakat, bangsa dan negara.


Acara tersebut juga sekaligus menandai penutupan Kemah Penerimaan Tamu Ambalan MAN 1 Pringsewu.

Bagikan artikel ini: